Jodoh? Sebenarnya jodoh kita sebagai manusia telah diatur dan di tetapkan oleh tuhan, jika ada pepatah yang mengatakan bahwa jodoh itu tidak akan kemana-mana. Ini merupakan pernyataan yang konyol untuk bisa diterima pada nalar logika manusia sendiri. Bagaimana bisa seorang jomblo atau single menjalani hidupnya dengan menerapkan kata-kata seperti itu? Karena memang sebenarnya pernyataan semacam itu harus dirubah dalam pemikiran manusia.

Sebab, bagi yang belum mendapatkan jodohnya sudah pasti akan mencari dengan spesifikasi yang diinginkan atau kriteria yang sudah ditentukan setiap para jomblo. Sebaliknya jika seseorang sudah menemui jodohnya, maka bertahan dengan pilihan yang sudah ditentukan akan terasa lebih berat dibandingkan harus mencarinya.

Karena memang pada dasarnya, mencapai itu akan lebih mudah bila sudah diniatkan dengan tujuan tertentu. Namun sebaliknya, jika sudah mencapai satu hubungan, maka akan terasa berat untuk menjaga dan mempertahankannya. Bukan tidak beralasan saya membuat pernyataan semacam ini, saat sepasang kekasih sudah menjalani kehidupannya yang harus menjadi satu pemikiran dan dua hati yang menjadi satu itu akan terasa banyak tuntutan yang memang harus dijalani setiap pasangan. So, jodoh itu memilih dan bukan pilihan.

Nah selepas dari itu, bagaimana jika sepasang kekasih sudah menjalani hubungannya bertahun-tahun yang sudah diyakinkan mereka bahwa itu adalah jodoh yang selama ini mereka cari. Tidak hanya selama bertahun-tahun saja, bahkan sudah sampai mengisi hari-harinya disetiap detik perjumpaan mereka. Kedua pikiran sepasang kekasih tersebut pun sudah menjadi satu.

Kehidupan mereka pun memang sudah saling melengkapi satu sama lainnya . Lalu, bagaimana bisa mereka akan bertahan jika ada salah seorang pasangan akan melakukan kesalahannya? Tindakan semacam apa yang harus dilakukan sepasang kekasih tersebut?

Sekarang kita akan masuk pada inti artikel ini yang akan menjelaskan bagaimana caranya agar bisa mempertahankan satu hubungan yang sudah lama dijalani jika salah seorang pasangan melakukan kesalahan yang fatal. Bagaimana bisa mereka akan mempertahankannya? Sebenarnya jawabnya hanya satu, yaitu memaafkan kesalahan fatalnya dan selalu mengingatkannya untuk tidak mengulangnya lagi.

Namun ada juga beberapa tipsnya agar sepasang kekasih tetap utuh menjaga hubungan mereka. berikut dibawah ini adalah hal yang memang paling sering dilakukan oleh setiap pasangan jika sedng terjadi permasalahan dalam hubungan mereka dan akhirnya tetap bertahan :

Sadari Setiap Pasangan Tidak Sempurna

Sewaktu berkencan, kita berusaha sebaik mungkin dan menyembunyikan ketidaksempurnaan kita. Setelah menikah mustahil untuk terus menyembunyikannya. Sebaliknya Anda akan segera menyadari bahwa suami anda tidak sempurna. Namun penting untuk mengingat bahwa Anda juga tidak sempurna. Saya mencoba untuk menunjukkan kesabaran kepada suami saya, memberi maaf dan memahami dia sebanyak yang saya ingin dia berikan kepada saya. Percayalah semua itu menuntut banyak usaha.

Memahami Pasangan

Pasangan Anda berasal dari keluarga yang penuh kekurangan dan kelemahan. Dia tentu saja mewarisi hal-hal itu. Dia mungkin tidak sadar bahwa kebiasaannya menyakitkan Anda. Sebagai contoh, saya datang dari keluarga besar, kami sering saling memotong bila sedang berbicara, mungkin karena itu satu-satunya cara agar dapat didengar di tengah hiruk pikuk. Suami saya tentu saja merasa diabaikan atau tidak dianggap penting ketika saya menyelanya. Bagaimanapun juga, dia memaafkan saya karena dia paham mengapa saya melakukan itu.

Jangan Baper

Pasangan Anda bukan berusaha untuk menyakiti perasaan Anda. Jika Anda menyadari bahwa tindakannya tidak bermaksud apa-apa, lebih mudah untuk memaafkan dia.

Berkomunikasi

Jika sesuatu mengganggu perasaan Anda, beritahu pasangan Anda. Jangan biarkan masalah menjadi lebih besar dari kenyataannya. Jika ada kesalahpahaman, beri kesempatan kepada pasangan Anda untuk menjelaskannya. Jika itu masalah serius, Anda akan membuka pintu untuk memperbaikinya. Jangan biarkan setiap hal kecil memancing emosi anda. Cobalah gunakan saran-saran ini untuk menyelesaikan konflik dalam pernikahan.

Jangan Mengingat Setiap Kesalahan

Kita semua memiliki keinginan alami untuk menjadi orang yang lebih baik. Pasangan Anda sedang berusaha untuk berkembang juga. Kenalilah kemajuan yang dia buat dan jangan menyeret kesalahan masa lalu ke dalam permasalahan terkini. Anda tidak ingin dia merasa putus asa dan menyerah. Pusatkan perhatian pada masalah di depan mata dan selesaikan dengan segera.

Jangan membalas

Adalah sifat alami manusia yang ingin balik menyerang jika seseorang menyakiti Anda. Jangan berbuat itu! Banyak pasangan terjerat dalam lingkaran keji pembalasan dendam. Menumpuk rasa sakit hati sampai kata-kata kasar dan kemarahan menjadi kebiasaan. Lebih mudah untuk berurusan dengan satu masalah satu kali daripada mencoba menggali lapisan-lapisan kerusakan.

Ingat Kualitas Pasangan

Saya akui itu. Kadang-kadang kelakuan suami saya mengesalkan saya tanpa alasan. Saya menyadari bahwa masalahnya bukan dia, masalah sebenarnya ada dalam diri saya. Jadi, untuk melawan pikiran negatif yang berseliweran di otak saya mengingatkan diri saya akan semua hal baik mengenai suami saya. Saya dapat membuat daftar yang panjang tentang kebaikannya. Itu membantu saya menghilangkan perasaan negatif dan menyadari bahwa saya beruntung memilikinya.

Memaafkan

Rasa memaafkan dimulai dalam pikiran dan diakhiri dalam hati dan jangan terpaku pada rasa sakit hati Anda.  Ketika Anda memusatkan pikiran pada cinta, penghargaan dan rasa hormat, Anda tidak akan memiliki ruang bagi kemarahan dan kebencian. Berdoalah memohon bantuan jika Anda merasa memerlukannya.

Jangan Menjadi korban

Jika pasangan Anda terus menyakiti anda dengan cara yang sama tanpa berusaha mengubah perilakunya, Anda mungkin ingin minta bantuan para ahli. Inilah beberapa perilaku yang sangat tidak dapat diterima. Kekerasan pada pasangan dan perselingkuhan yang diulang-ulang tidaklah PANTAS. Penasihat pernikahan profesional dapat membantu Anda mengenali kapan waktunya untuk bercerai demi kesehatan dan keselamatan Anda serta keluarga Anda.

Memaafkan adalah karunia yang Anda berikan kepada pasangan Anda, pernikahan Anda dan diri Anda sendiri. Melatih seni memaafkan akan menuntun anda pada sukacita, kedamaian pikiran dan kemajuan pribadi. Maka dari itu, jangan pernah sesekali dalam pikiran anda untuk melepaskan pasangan anda jika masih membutuhkannya dalam kehidupan itu sendiri. Memang akan terasa bila sudah tidak bersama lagi dan akan terasa dibebani menjalaninya jika anda sudah bersamanya dan inilah yang disebut hidup saling membutuhkan. Kesadaran tidak akan ada, jika kesalahan itu tidak pernah diperbuat.

Sampai disini sajalah perjumpaan kita pada artikel kali ini yang memberikan satu rangkuman berfaedah dalam menjaga satu hubungan dengan seorang kekasih agar tetap utuh, meskipun kesalahan itu akan selalu hadir dalam pertikaian sepasang kekasih tersebut. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waku dan perhatiannya.