Tidak akan habis rasanya jika menghitung betapa besarnya perjuangan seoran ibu dari mulai mengandung hingga melahirkan lalu membesarkan kita hingga saat ini. Namun kali ini yang akan kita bahas bukanlah soal perjuangan seorang ibu, tapi peran ibu dari sisi yang berbeda.

Pernahkah kamu mencoba untuk berbagi cerita atau jika diserderhana curhat pada ibumu? Apakah belum pernah atau tidak pernah kepikiran untuk menjadikan ibu sebagai teman curhat? Sebaiknya cobalah untuk menjadikan ibumu bukan hanya seorang ibu saja tapi ibu sekaligus teman untuk berbagi cerita hidupmu dan bahkan cerita tentang cintamu. Karena teman curhat paling nyaman itu adalah ibu, akan banyak keuntungan yang bisa kemua dapatkan bila curhat kepada sang ibu. Berikut ini tips untuk menjalin hubungan antara ibu dan dan anak perempuan:

Seperti Saudara (Adik-Kakak)

Ibu dan anak perempuan memang tidak selalu menonton DVD bersama setiap malam, tapi ibu dan anak perempuan memiliki ikatan yang cukup mendalam. Tidak seperti hubungan layaknya sahabat, hubungan seperti saudara (adik – kakak). Hubungan ini sangat baik, karena ibu dan anak perempuan memiliki kesamaan dan memiliki keinginan untuk ‘mirip’ satu sama lain. Walupun usia ibu berbeda jauh, namun ibu dan anak perempuan harus saling mengerti.

Ada tantangan dalam hubungan jenis ini. Akan ada perasaan untuk berkompetisi antara ibu – anak perempuan di dalam keluarga. Yap, tantangan terletak pada kompetisi. Seperti, pintu kamar ibu akan terbuka lebar untuk anak perempuan, sebaliknya pintu kamar anak perempuan justru tertutup untuk ibu mereka. Atau malah anak perempuan akan membandingkan dirinya dengan ibunya. Hal ini tentu saja akan memancing pertengkaran, karena ibu dan anak perempuan menganggap diri masing-masing sebagai saudara.

Bertolak Belakang

Menghadapi anak perempuan yang sangat sensitive memang tidak mudah, tapi di sisi lain menjadi ibu yang selalu ingin menjaga anak merupakan naluri orang tua. Tapi bukan berarti ibu harus menjadi dominan dihadapannya. “sebagai ibu, kamu tidak bisa membiarkan anak melakukan apa yang ada dalam pikirannya” saran Lee Sharkey, asisten professor Bahasa Inggris dan Studi Perempuan dari University of Miane.

Yang menjadi tantangan dalam hubungan seperti ini adalah anak perempuan yang baru beranjak dewasa pasti bertengkar dengan ibunya sendiri, entah soal pacar, model rambut atau berbeda pendapat. Banyak ibu yang memiliki hubungan seperti ini dengan anak perempiannya merasa diabaikan, sehingga ibu lebih mudah marah. Di sisi lain, anak perempuannya akan merasa lebih baik jika bersikap diam, tertutup dan defensive.

Selalu Berpendapat Sama

Tidak ada keputusan yang diambil tanpa persetujuan ibu dan anak perempuan. Terkadang keputusan yang diambil itu bisa saja dengan rasa keberatan. Bagi anak perempuan, selalu sepaham dengan ibunya berarti hubungan keduanya sangat dekat. Satu sama lain akan saling mengukur ketika salah satu ada yang berbeda. Kerika semua berjalan harmonis dan baik-baik saja, seperti hubungan cinta yang akan selalu ada.

Apa yang menjadi tantangan dalam hubungan jenis ini? Dengan adanya tekanan untuk selalu menjadi sama, ada baiknya ibu dan anak perempuan tetap membuat pembatas. Ketika ada satu opini berbeda, salah satu pihak akan dengan susah payah menyamakan persepsi, meskipun harus kecewa karena salah satu pihak tidak setuju. Ini bisa menjadi masalah dikemudian hari.

Membangun Ketergantungan

Sebagai orang tua, kamu menganggap jauh lebih senior dan berpengalaman secara usia, financial, kebudayaan serta kesehatan dibandingkan anak perempuan kamu sendiri. Tentu saja anak perempuan memiliki ketergantungan terhadap orang tua. Maka dari itu, ibu harus senantiasa menyiapkan segalanya untuk anak perempuan nya.

Hubungan jenis ini begitu baik. Kenapa? “Karena ibu yang usianya sudah lanjut dan memiliki masalah kesehatan biasanya membangun ketergantungan antara ibu – anak perempuan. Anak perempuan akan merasa dibutuhkan keberadaannya, sebaliknya ibunya juga akan merasa dicintai.” ujar Karen Fingerman, penulis buku Mothers and Their Adult Daughters: Mixed Emotions, Enduring Bonds.

Memberikan Saran

Percayalah jika ibumu akan selalu mengeerti dan bisa merasakan langkah yang mana yang paling baik untuk kamu ambil dan apa yang harus kamu lakukan ibu mengerti semua. Percayalah nasehat ibumu adalah yang paling benar dan kamu tidak akan pernah keliru bila mengikutinya.

Menceritakan Semua Unek-Unek

Kepada ibu kamu bisa menceritakan semua rasa yang sedang kamu rassakan, tentang kebencianmu pada seseorang yang tidak bisa kamu ungkapkan, tentang penghinatan yang dilakukan oleh temanmu atau bahkan kekasihmu dan tentang semua cerita yang membuat kamu merasa tidak nyaman kamu bisa menceritakan semuanya pada ibumu. Kamu juga bisa menangis dipelukannya. Jika tidak bisa bertemu langsung berceritalah lewat telfon, kamu bisa menghubunginya, meski kamu tidak sedang di hadapannya ibumu akan mengerti semuanya.