Haii sobat.. Kalian pasti tau dong yah sosok Kirana? Yapp, gadis munggil yang sekarang lagi bomming di instagram. Kehadiran Kirana seolah menjadi warna tersendiri di dunia selebgram yang biasanya diisi oleh cowok tampan superkece atau cewek cantik super seksi yang penuh kontroversi. Keceriaan dan kecerdasan balita menggemaskan yang diabadikan lewat akun Instagram ibunya yang bernama retno ini mampu menjadi hiburan berkualitas bagi kita yang sedang mengalami kelelahan. Bukan hanya ibu-ibu muda yang sedang mencari referensi metode parenting tapi juga para single yang gemas dengan tingkah lucu Kirana yang diam-diam berharap bisa segera ke pelaminan, hehe.

Balita yang belum genap berusia tiga tahun ini tak pernah lupa mengucapkan please, sorry dan thank you. Terkadang yang sudah berumur saja suka sering lupa atau gengsi melakukan sopan santun sederhana ini. Apalagi di zaman sekarang ketika ritme hidup di kota-kota besar sudah makin cepat dan penuh tuntutan, seakan-akan tak ada waktu lagi untuk berucap tolong, maa, dan terimakasih. Padahal kata-kata sederhana itu penting untuk mengingat sisi manusia yang selalu butuh bantuan, tak lepas dari kesalahan dan selalu harus bersyukur. Yuk! Mari kita cek apa-apa saja sih hal yang sering kita lupakan.

Tiga kata sederhana ini melambangkan skill penting untuk bisa bertahan hidup

Tolong, maaf dan terimakasih adalah tiga kata yang menjadi penghubung kita dengan sesama. Kita memang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Ketiga kata ini menggambarkan ragam hubungan manusia yang paling penting. Tak ada manusia yang bisa mandiri dengan sendirinya. Semua pasti butuh bantuan dan bimbingan orang lain. Jadi kemampuan untuk minta tolong itu mutlak dimiliki siapapun. Mereka yang enggan bertanya dan meminta bantuan pasti akan tersesat.

Begitu pula dengan permintaan maaf, manusia itu penuh ketidaktahuan dan kekurangan jadi pasti tak bisa lepas dari kesalahan. Manusia yang tak bisa atau malu meminta maaf hanya akan menumpuk masalah yang tak terselesaikan dalam hidupnya. Terakhir yang mungkin paling penting adalah mengucap terimakasih sebagai rasa syukur. Mereka yang sering lupa bersyukur dan berterimakasih atas bantuan orang lain mungkin hidupnya akan dipenuhi kesedihan karena orang-orang ini tak tahu caranya menghargai kebahagiaan.

Jarang menunjukkan apresiasi atau menanggapnya sebagai kewajaran yang tak perlu diungkapkan

Banyak hal yang harus kita teladani dari cara ibu mendidik Kirana. Pelajaran bahwa kepada orangtua sendiripun kita harus tetap mengucapkan tolong, maaf dan terimakasih. Dari lahir ibumu rela tak tidur berhari-hari hanya untuk mengganti popok dan menyusuimu. Meski kelelahan kerja ayahmu juga akan memberikan semua waktu luangnya untuk bermain denganmu. Wajar saja jika kita sering salah paham bahwa cinta mereka tak perlu apreasiasi karena selalu diberikan tanpa syarat tetapi justru dengan orang yang baru dikenal kita tak lupa bersopan santun sedangkan dengan orang-orang terdekat malah sering semena-mena.

Apalagi anak-anak yang sering dimanja oleh orangtuanya akan sulit menerima kenyataan bahwa tak semua hal yang diinginkan akan dapat terkabul. Anak yang sejak dini tahu cara yang baik untuk meminta bantuan, maaf dan terimakasih akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan baik dalam bergaul. Percayalah salah satu pendidikan terbaik bisa orangtua berikan demi masa depan anaknya.

Hidup penuh tuntutan akan membangunkan sisi egois manusia

Hidup yang semakin sibuk memang memaksa kita untuk melangkah cepat-cepat. Kebutuhan yang harus dipenuhi dan target-target yang harus dicapai serta pencapaian-pencapaian besar yang harus diraih. Hidup yang sibuk ini tanpa kita sadari akan menumbuhkan sisi egois dalam diri kita.

Setiap orang punya tujuan hidup sendiri-sendiri yang harus dicapai dengan usaha sendiri. Segala yang serba sendiri ini juga membuat kita seolah-olah hidup sendiri. Jangankan kehangatan yang harus diberikan kepada sesama, etika untuk hidup bersama saja sering terlupakan dengan mudahnya. Padahal apa susahnya berkata tolong saat minta bantuan atau terima kasih setelah mendapat bantuan dan maaf saat melakukan kesalahan?

Kata tolong, maaf dan terima kasih adalah kode etika hidup berdampingan

Meski hanya satu kata, tolong bisa mengubah makna dengan begitu hebatnya. Kata itu bisa mengubah level dua orang yang sedang berbicara. Lewat permintaan tolong kamu dan dia berada di level yang sama. Tetapi tanpa kata tolong, sebuah kalimat permintaan mengisyaratkan sebuah penindasan.

Tak ada manusia yang bisa menjalani hidupnya tanpa berhadapan dengan situasi dimana dirinya harus meminta maaf. Kalaupun ada orang yang berbangga diri karena merasa tak pernah berbuat salah pasti hidupnya sepi karena dijauhi orang. Kata tolong, maaf dan terima kasih adalah etika dasar kesopanan yang tak bisa dihilangkan meski dengan alasan dunia sedang tidak butuh pencitraan.

Tiga kata itulah yang membuat kita disebut manusia

Tolong, terima kasih dan maaf memang kata-kata yang sederhana tetapi tiga kata itulah yang membuat kita menjadi manusia atau seseorang yang menghuni dunia manusia bersama orang lain. Etika dan sopan santun yang terkandung di sana mengajari kita tentang kerendahan hati dan menghargai segala kebaikan apapun. Mengakui kesalahan bisa mengasah rasa empati dalam diri sehingga bisa menjadi lebih peduli kepada sesama. Namun membiasakan diri bukan berarti mengobral ketiga kata itu sehingga maknanya pun jadi hambar. Membiasakan diri berarti menempatkan setiap kata dalam konteks dan fungsinya bukan sekadar untuk basa-basi saja.

Gimana? Udah dibacakan? Nah, maka dari itu kalian jangan pada lupa apalagi gengsi ya untuk mengeluarkan kata-kata itu karena sopan santun harus selalu ada di dalam diri kita.