Kenapa kamu bisa cinta sama dia? Pastinya kamu tidak bisa langsung menjawabnya. Hal ini terjadi karena alasan-alasan kamu jatuh cinta itu ada di alam bawah sadar. Meski alam sadarmu tak bisa sepenuhnya menjawab mengapa kamu bisa jatuh cinta pada seseorang tetapi ia pasti bisa menjawabnya. Meski kamu yakin bahwa kamu mencintai seseorang tanpa alasan, percayalah sebenarnya ada alasan-alasan mengapa kamu bisa jatuh cinta kepadanya. Secara psikologi dikatakan bahwa tubuh manusia dirancang untuk menarik perhatian lawan jenis. Tubuh dipercaya menjadi kunci dalam menjalankan hubungan.

Jatuh cinta adalah sebuah pengalaman ajaib yang terjadi antara dua insan manusia. Penggunaan istilah “jatuh” menyiratkan bahwa proses ini dalam berbagai cara adalah tak terelakkan, tak terkendali, berisiko, tak dapat diubah, dan menempatkan dua insan tersebut dalam keadaan kerentanan. Sama seperti istilah “jatuh” dalam kata “jatuh sakit” atau “jatuh dalam perangkap”. Istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu hal (cinta) yang kuat. Jadi mengapa orang-orang mengalami perasaan jatuh cinta? Jawabanya adalah karena ada beberapa aspek sosial dan psikologis yang menyebabkan seseorang bisa merasakan jatuh cinta seperti dibawah ini.

 

Feromon dan hormon

Ini merupakan zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada jantan maupun betina. Zat ini berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok dan membantu proses reproduksi. Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat memengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies).

Feromon terbukti berhasil menarik lawan jenis tertentu. Selain itu feromon juga diyakini memainkan peran penting untuk menarik perhatian orantg-orang dengan tujuan untuk membuatnya jatuh cinta. Oksitosin dan vasopresin adalah dua hormon yang menciptakan sifat romantis terhadap manusia. Kalian mungkin bertanya-tanya mengapa kehadiran hormon dan feromon dapat menciptakan sifat romantis. Pertanyaan itu memang sangat wajar untuk dipertanyakan dan diketahui. Jawaban dari pertanyaan itu adalah karena hormon-hormon tersebut mengalami kombinasi yang tepat. Inilah yang menyebabkan mengapa kalian sering jatuh cinta dengan orang-orang tertentu saja.

Aspek psikologis

Cinta adalah sebuah kasih sayang yang hadir di setiap hubungan manusia sehingga sangat sulit untuk memanipulasi perasaan tersebut. Ada beberapa aspek psikologis yang mungkin dapat membuat orang jatuh cinta. Kasih sayang adalah aspek psikologis utama yang menyebabkan manusia menjalanin asmara. Itulah yang menyebabkan manusia yang menjalanin hubungan menjadi romantis untuk menunjukan rasa sayangnya terhadap pasangan.

Menurut teori-teori psikologis, romantis dapat terjadi dalam dua cara yaitu cinta belaskasih dan cinta. Rasa sayang berasal dari rasa saling pengertian, hormat dan berbagi. Di sisi lain gairah cinta muncul dikarenakan oleh keinginan seksual yang intens, kecemasan dan kasih sayang. Setiap cinta atau hubungan didorong oleh salah satu alasan psikologis.

Ketertarikan fisik

Ketertarikan fisik menjadi alasan tersendiri untuk mejalanin hubungan. Seorang pria normal atau wanita dirancang untuk mendapatkan ketertarikan terhadap lawan jenis. Yaa memang harus diakui kalau tidak semua laki-laki melihat perempuan dari fisik dan ada juga laki-laki yang memikirkan tentang fisik sebelum memutuskan menjalanin hubungan.

Karena daya tarik dan preferensi setiap orang berbeda-beda dan bervariasi. Terkadang ada orang yang melihat sisi kebaikannya daripada fisik dan ada juga yang sebaliknya. Ini wajar saja terjadi, karena setiap insan manusia memang diciptakan Tuhan dengan perasaan yang berbeda-beda.

Manusia sengaja diciptakan berpasang-pasangan agar dapat membuat hidup menjadi lebih berarti lagi dan itulah alasan-alasan mengapa kamu bisa jatuh cinta pada seseorang. Yang perlu kamu ingat bahwa jatuh cinta itu bisa bertahan dan bisa hilang. Kamu harus bisa membedakan mana yang benar-benar cinta dan mana yang cinta sesaat.